Karawang || Rakyatbersuara.my.id || Mitra kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Cikampek Selatan, Hj. Yeni mempertanyakan dasar penilaian dalam tayangan akun TikTok "Cikampeknih" yang menyebut lokasi SPPG tidak higienis karena berada di dekat kawasan pasar.
Menurutnya, konten tersebut dipublikasikan tanpa terlebih dahulu meminta konfirmasi kepada pihak pengelola sehingga dinilai tidak memberikan ruang bagi penjelasan dari pihak yang diberitakan.
Yeni menjelaskan bahwa sejak proses penentuan lokasi hingga penetapan titik koordinat SPPG, tidak pernah ada keberatan maupun catatan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang berwenang.
Karena itu, dia mempertanyakan alasan munculnya penilaian sepihak yang kemudian disebarluaskan melalui media sosial.
"Kami menyayangkan adanya tayangan yang langsung dipublikasikan tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada kami sebagai pihak yang berkepentingan. Prinsip keberimbangan mengharuskan pihak yang diberitakan diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh," ujar Yeni kepada media, Jumat (7/8/2026).
Dia juga menilai anggapan bahwa lokasi yang berdampingan dengan pasar otomatis tidak higienis merupakan kesimpulan yang perlu didukung dasar yang jelas.
"Apakah ada ketentuan yang secara tegas melarang SPPG berada di dekat pasar? Sepanjang yang kami ketahui, ukuran kelayakan suatu dapur pelayanan gizi adalah terpenuhinya standar kebersihan, sanitasi, keamanan pangan, serta persyaratan teknis lainnya sesuai ketentuan yang berlaku, bukan semata-mata karena letak geografisnya," katanya.
Menurut Yeni, penilaian mengenai higienitas suatu fasilitas seharusnya didasarkan pada hasil pemeriksaan atau evaluasi dari instansi yang memiliki kewenangan, bukan hanya berdasarkan persepsi visual yang ditampilkan dalam sebuah konten media sosial.
Dia lantas mengingatkan bahwa informasi yang disampaikan tanpa verifikasi kepada pihak terkait berpotensi membentuk opini publik yang keliru dan dapat merugikan nama baik pihak yang diberitakan apabila informasi tersebut tidak disajikan secara lengkap.
Selain mempersoalkan substansi konten, Yeni juga mempertanyakan transparansi pengelola akun TikTok "Cikampeknih".
Dia berharap pengelola akun bersedia membuka identitasnya serta memberikan ruang klarifikasi atau hak jawab kepada pihak yang menjadi objek pemberitaan.
"Kami berharap admin atau pengelola akun dapat bersikap terbuka mengenai identitasnya dan memberikan kesempatan kepada pihak yang diberitakan untuk menyampaikan klarifikasi agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang," ujarnya.
Yeni menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak kritik maupun pengawasan dari masyarakat. Namun, ia berharap setiap informasi yang dipublikasikan, terutama yang berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap pelayanan pemenuhan gizi, disampaikan berdasarkan data, hasil verifikasi, dan prinsip kehati-hatian.
(Dorong)

