![]() |
| Seorang rekan media (inisial AZ) di lokasi perkantoran Diskominfo Karawang |
Karawang, RBK || Hubungan kemitraan antara Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang dan insan pers melalui Diskominfo Karawang patut diapresiasi.
Namun, seorang oknum staf Diskominfo Karawang (inisial D) saat ini sedang menjadi gunjingan beberapa rekan media. Pasalnya 'D' diduga tidak mendistribusikan uang Advertorial pada triwulan 3 dan 4 tahun 2025 kepada beberapa media yang sudah bermitra dengan Diskominfo Karawang.
Sejumlah rekan media sudah sering mempertanyakan hal tersebut kepada 'D' dan jawaban dari 'D' selalu berubah-ubah seolah mengulur-ulur waktu, hingga saat ini Rabu (04/02/2026).
Salahsatu rekan media (inisial AZ) menuturkan bahwa 'D' bukan hanya tahun 2025 saja melakukannya, tahun sebelumnya pun pernah seperti itu, dan akhirnya rekan media mengiklaskannya.
Rekan media lainnya (inisial IS) juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya 'D' sudah terbiasa melakukannya. Bahkan 'D' sering meminjam uang kepada 'IS' namun tidak pernah mengembalikannya. "Uang saya sudah Rp.400 ribu dipinjamnya," keluh 'IS' dengan nada kesal.
Senada dengan 'Az' dan 'IS' kini rekan media (inisial 'AS') pun mengungkapkan kekesalannya, karena dirinyapun selalu dijanjikan oleh 'D' dari semenjak awal Desember 2025 hingga menjelang malam tahun baru 2026, namun nyatanya bohong belaka. Bahkan dikatakan 'AS' salahsatu rekan media lainnya (inisial 'H') sampai rela menunggu kedatangan 'D' di kantor Diskominfo Karawang hingga pukul 22:00 WIB di malam tahun baru 2026. "Namun 'D' tak kunjung datang," ucap 'AS' sembari ngedumel.
Keluhan lain pun mencuat dari rekan media lainnya yang mengaku hingga kini belum menerima pembayaran kerja sama publikasi maupun advertorial (ADV). Padahal, berita telah tayang sesuai permintaan, dan kwitansi pembayaran sudah diminta sejak awal oleh 'D'.
Ketika dikonfirmasi kepada 'D' via WhatsApp, dia menjawab jika semua itu dirinya yang mengatur dengan sistem 'rolling' atau secara bergantian. "Jadi pasti ada yang tidak kebagian," kilahnya.
Ketika ditanya lagi kenapa harus dengan sistem 'rolling' dan kenapa harus dirinya yang mengatur?. Lagi-lagi 'D' mengatakan sulit jika dijelaskan karena sistemnya masih manual dan dirinya pun pusing dengan kuota sedikit yang harus dia distribusikan kepada rekan media yang begitu banyak.
Hingga berita ini terpublikasi, media ini masih akan melakukan upaya-upaya konfirmasi kepada Kepala Bidang (Kabid) yang membidangi masalah ini, serta kepada Kepala Diskominfo Karawang sebagai KPA (kuasa pengguna anggaran) karena belum bisa ditemui.
*Andy Nugroho*



