
Rulli mengungkapkan bahwa sisa lahan di TPU Rancacili juga semakin menipis
Bandung, rakyatbersuara || Ketersediaan lahan tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Bandung semakin terbatas. Dari 14 TPU yang dikelola Pemerintah Kota Bandung, hampir seluruhnya telah mencapai kapasitas maksimal dan kini mengandalkan sistem pemakaman tumpang.
Saat ini, hanya TPU Rancacili yang masih memiliki sisa lahan aktif untuk pemakaman baru. Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang (Cipta Bintar) Kota Bandung, Rulli Subhanuddin, menjelaskan bahwa TPU Rancacili masih memiliki ruang karena adanya penambahan luasan lahan pada tahun 2022 dan 2024.
“Dari 14 TPU yang kita kelola, rata-rata sudah habis dan pendekatannya menggunakan makam tumpang. Hanya Rancacili yang masih tersisa karena ada penambahan luasan makam di tahun 2022 dan 2024,” ujar Rulli, Rabu (21/1/2026).
Namun demikian, Rulli mengungkapkan bahwa sisa lahan di TPU Rancacili juga semakin menipis. Dari total pembebasan lahan sekitar 4.000 meter persegi yang dilakukan pada tahun 2024, saat ini hanya tersisa sekitar 1.200 meter persegi yang masih bisa digunakan.
“Rata-rata per bulan jumlah jenazah yang dimakamkan sekitar 90. Kalau satu jenazah membutuhkan kurang lebih dua meter persegi, berarti kebutuhan lahan mencapai sekitar 180 meter persegi per bulan,” jelasnya.
Dengan laju kebutuhan tersebut, Rulli memperkirakan sisa lahan TPU Rancacili akan habis dalam waktu dekat. “Kalau dihitung setahun, estimasinya sekitar bulan Juni atau Juli 2026 sudah habis,” katanya.
Jika kondisi tersebut terjadi, Pemerintah Kota Bandung akan kembali menerapkan metode pemakaman tumpang di seluruh TPU. Meski demikian, pihaknya berharap pelayanan pemakaman bagi masyarakat tetap dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu.
“Kami tetap berupaya agar pelayanan pemakaman bagi warga Bandung tidak terhambat, meskipun nantinya harus kembali menggunakan metode pemakaman tumpang,” ucapnya.
Rulli juga menegaskan bahwa upaya pembebasan lahan makam baru sebenarnya rutin diajukan setiap tahun. Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam merealisasikan rencana tersebut.
“Setiap tahun sudah diajukan, tetapi kita tahu bersama kondisi penganggaran Kota Bandung saat ini cukup terbatas. Banyak efisiensi, ditambah pemotongan transfer keuangan daerah yang berpengaruh pada keseluruhan anggaran,” ungkapnya.
Idealnya, menurut Rulli, pembebasan lahan dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun, tidak hanya untuk menjamin pelayanan pemakaman, tetapi juga untuk mendukung penambahan ruang terbuka hijau (RTH). Terkait potensi lahan ke depan, Rulli menyebut kawasan Rancacili masih memiliki peluang pengembangan.
“Di Rancacili total lahan yang tersisa sekitar lima hektare. Dari jumlah itu, mungkin masih sekitar setengahnya yang berpotensi untuk dibebaskan,” tandasnya.
(rri)
